Asal-usul Istilah Gowes

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dampak Pandemi covid-19 telah merubah ekononi, pola aktivitas, sosialisasi, gaya hidup, termasuk olahraga.

Ekonomi jadi masalah utama di masa Pandemi ini. Tapi bukan untuk penjual sepeda. Saat ini, tren bersepeda lagi naik daun, bukan hanya di kota, bahkan di pelosok desa sekalipun. Bahkan, gila sepeda membuat sebagian orang gendut rela mengayuh ontel berkilo-kilo meter. Meskipun hanya untuk foto-foto dan update status.

Nampaknya, bandar sepak bola harus tukar guling dengan balap sepeda kalau nggak mau rugi besar tahun ini.

Bagi yang hobi olahraga bersepeda, meskipun hanya mengikuti tren, udah nggak asing lagi kan dengan istilah Gowes?. Saking trennya, istilah Gowes diakui Google translate, meskipun nggak ada di kamus KBBI.

Berdasarkan penelusuran tim tubanliterasi.id, ternyata istilah Gowes nggak ada di Wikipedia, kamus KBBI, maupun buku sejarah. Justru Gowes ditemukan dari istilah Jawa. Gowes adalah singkatan dari Genjot ora Wes-wes yang artinya dikayuh tiada henti. Ada juga yang mengatakan Goblok gak Wes-wes (goblok terus-terusan).

Namun juga ada yang mengatakan istilah gowes berasal dari plesetan lagu “Kring-kring Goes-Goes” yang dipopulerkan oleh Bayu bersaudara di era 1988.

Terus, mana yang benar?. Manapun yang benar, itu lah dialek bangsa Indonesia dengan kekayaan Bahasanya.

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.