Menua Penuh Makna

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

12 Nopember 1293 disepakati sebagai lahirnya nama Kabupaten Tuban, bertepatan diangkatnya Rader Haryo Ronggolawe sebagai Bupati Ke-2. Sejak itulah hari jadi tuban diperingati.

Tuban sejak dahulu menjadi primadona, karena memilki pelabuhan besar pada masanya yaitu, Pelabuhan Boom, pelabuhan yang menjadi tempat berlabuhnya para pedagang, jalur pernyebaran Islam, hingga salah satu yang termasyur sebagai pijakan pertama pasukan Tar-Tar yang akan menyerang kerajaan Kediri. Romansa masa lalu tetap harum jika di sikapi dengan bijak, sehingga tidak salah dalam bertindak. Pantai Boom kini???.

Menurut Saya, Tuban bagian selatan, akhir-akhir ini merasa resah dengan rasa ketimpangan. Bagaimana tidak, pembangunan sangat terlihat di bagian utara(?). Jika kita mau melihat sejarah, pertempuran-pertempuran heroik para pahlawan mempertahankan Tuban di bagian selatan. Sebut saja pada 18 Desember 1948. Ketika serdadu Agresi Belanda tiba di pantai Glondonggede untuk menduduki lokasi strategi yaitu sumur-sumur minyak mentah. Kompi Teko dengan gagah mempertahankan Kabupaten Tuban bagian selatan, agar tetap aman dan memastikan jalur logistik untuk warga sekitar tidak terhambat. Kompi Teko adalah satu-satunya batalyon Basuki Rahmat di wilayah Tuban selatan pada waktu itu. Hingga kini kita bisa lihat berdiri gagah perusahaan yang bergerak di bidang minyak, gas dan bau kapur. Sudah semestinya sebagai generasi penerus yang mewarisi kekayaan alam yang  berlimpah memanfaatkan dengan baik dan bijak, sehingga tidak ada lagi rasa ketidaknyamanan antar wilayah di Kabupaten Tuban.

Tapi, apakah pengolahan perusahaan-perusahaan sudah benar-benar memperhatikan Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup, serta Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun !!!?????.

Jika harus aku yang paling di asingkan untuk sebuah perubahan yang baik aku akan terima dengan ikhlas dan penuh cinta.

anonim

727 tahun bukanlah usia yang muda bagi kabupaten Tuban, termasuk dalam 40 kabupaten tertua di Indonesia. Sudah sepantasnya selalu berbenah dan menjadikan bermakna bagi seluruh putra-putri Tuban yang tumbuh besar, hingga ia berkelana meninggalkan tempat paling nyaman untuk menua. Kebutuhan manusia sepertinya tidak beriringan dengan rasa keterikatan akan tanah kelahiran. Jumlah penduduk sekitar 1,2 juta masih menjadikan 10 kabupaten termiskin di Jawa Timur. Bukankah ironi di sebuah surga sumber daya alam yang melimpah.

Mari kita berbenah, bergerak menuju gemah ripah untuk seluruh masyarakat, bukan hanya golongan(?). Saya tidak mengenalisirkan, akan tetapi, banyak yang dijumpai juga merasakan haru biru berdiri untuk tumbuh di tanah ini, dan terpaksa melanjutkan hidup dengan meninggalkan kabupaten yang paling di kasihi.

Investasi dalam Pengetahuan selalu membayar Bunga terbaik.

Benjamin Franklin

Putra Putri Tuban sejak dahulu selalu memberikan warna di setiap lini, berkontribusi sesuai bidang memenuhi kebutuhan negeri. Mulai dari Musisi, Kyai, Pejabat Pemerintahan, hingga KITA. Segenap warga Tuban yang tetap bertahan hidup dengan bertani, berlayar mencari ikan, berdagang, dan pemuda pemudi pembelajar teruslah menjadikan diri sebermanfaat mungkin sesuai bidang. Pendidikan adalah paspor ke masa depan, karena besok milik mereka yang mempersiapkanya hari ini. Masih ingatkah dengan bocah sekolah dasar berbaju pramuka yang sempat viral beberapa bulan lalu?. Mungkin ada yang menganggap lelucon dengan lugunya bocah tersebut menjawab, karena salah memasang atribut seragam. Tetapi di balik itu, apakah kita pernah berfikir, bahwa pengetahuan atau pendidikan sebegitu lugu pula?.

Buah tidak akan jatuh dari pohonya, seperti ungkapan tersebut pasti ada keinginan orang tua kepada anaknya untuk lebih baik dengan memberikan pendidikan yang layak. Lantas, yang menjadi pertanyaan Bagaimana kondisi sesungguhnya Pendidikan di Kabupaten Tuban??, bagaimana keterlibatan Pemerintah untuk menjamin pendidikan yang layak bagi seluruh masyarakat??, apakah fasilitas, guru, dan lingkungan mendukung untuk menghasilkan putra-putri Tuban yang maju dan sejahtera??. Oleh karena itu, bagi mereka yang di berikan kesempatan untuk menimba ilmu yang lebih, tanpa ada campur tangan dari pihak Pemerintah Kabupaten, mungkin akan merasa enggan atau bahkan tidak merasa memiliki keterikatan untuk kembali, bersama-sama menjadikan tanah kelahiran berdikari dengan kaki sendiri.

Saya berharap untuk dunia pendidikan juga menjadi sorotan utama, mari berbenah, mari bergerak untuk menghasilkan putra-putri unggul dan berdaya saing yang memiliki rasa untuk menjadi bermakna di tempat kelahiran. Industrialisasi dengan putra-putri Buwi Wali, semoga yang terwujud bukan sebaliknya.

Buat apa wilayah seluas Sabang sampai Merauke, jika Pemudanya kehilangan Idealisme.

Najwa Shihab

Tuban menuju Smart City di era digital industrialisasi sudah semestinya menjadi komunikasi publik. Pemberitaan tentang perkembangan Kabupaten Tuban di sampaikan dengan komunikatif, serta membuka forum-forum diskusi untuk semua kalangan. Mendengarkan masukan inovasi dari para ahli dan praktisi, memberikan wadah bagi pemuda untuk menyampaikan pandangan tentang harapan, serta kritikan. Bahkan, sering-seringlah mendengarkan keluh-kesah masyarakat secara langsung, karena terkadang mereka hanya perlu di dengar. Bersyukur, kalau memang di jadikan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan. Sudah menjadi kewajiban bagi semua pihak yang berada di Kabupaten Tuban untuk memberikan solusi, sehingga terciptanya sinergitas masyarakat tanpa sekat.

Terakhir, saya mengucapkan, selamat Ulang Tahun Kabupaten Tuban yang ke-727. Di usiamu yang menua,  semoga menjadikanmu selalu bermakna bagi setiap orang yang lahir, tumbuh, hingga menutup mata. (*)

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.