Perekonomian atau Kesehatan, Manakah yang Jauh Lebih Prioritas Bagi Pemerintah?

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tubanliterasi.id – Perkonomian dan kesehatan pada saat pandemi corona ini yang terjadi di Indonesia menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan kita, sebagian orang dengan kebijakan perekonomian di tengah pandemi ini, tapi ada juga yang sangat pro dengan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan apabila dua poin itu, antara perekonomian dan kesehatan yang tidak berjalan secara seimbang di tengah wabah corona, maka akan menimbulkan atau memunculkan sejarah berupa carut marutnya pemerintahan yang di pimpin Presiden Joko Widodo.  Betapa tidak, dulu sebelum pandemi ini menyerang Indonesia, Presiden Joko Widodo sangat gencar-gencarnya membangun sektor perekonomian di Indonesia, seperti infrastruktur dan pariwisata. Bahkan sampai pemindahan ibu kota.

Pada awal mula munculnya kasus corona di Wuhan Cina dan wabah tersebut belum sampai ke Indonesia, pemerintahan negara kita sangat slow respons terhadap masalah ini. Indonesia dengan percaya dirinya merilis data bahwa menyatakan corona tidak akan ke Indonesia. Bahkan, pada waktu itu, Presiden Joko Widodo membuka sektor pariwisata untuk menarik para Warga Negara Asing (WNA) datang ke Indonesia untuk berlibur. Namun di sisi lain, apabila pemerintah terus mempertahankan  egonya untuk memajukan sistem perekonomian di Indonesia disaat pandemi seperti ini,  akan lama teratasi oleh pemerintah dan akan berdampak lebih buruk dalam perekonomian. Tetapi jika pemerintahan saat ini mendukung penuh sektor kesehatan atau sektor medis, maka yang terjadi adalah besar kemungkinan wabah corona ini segera berlalu di negara kita.

 kita bisa berkaca kepada negara Asia lainnya, kasus corona ini semakin hari memiliki perubahan yang sangat progresif sekali, penurunan kasus konfirmasi terjangkit korona. Tapi justru Indonesia mengalami peningkatan yang sangat tajam dalam jumlah kasus yang ada dan semakin bertambah banyak. Kita tidak bisa memungkiri kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah saat ini untuk mempercepat laju perekonomian di negara kita sangat bagus. Tetapi seharusnya untuk saat ini, karena Indonesia sedang berada tidak baik-baik saja, maka pemerintahan harus merelakan atau mengorbankan. Bukan sepenuhnya tapi sedikit mengorbankan atau memperlambat sistem laju perekonomian demi kebaikan bersama. Menurut saya sistem PSBB diterapkan di Indonesia itu hanya setengah-setengah, tidak 100% berjalan dengan maksimal. Apabila melihat situasi yang saat ini terjadi, seharusnya pemerintah mengambil tindakan lockdown. Karena bagi sebagian orang yang telah diliburkan ataupun di PHK dari pekerjaannya, antara sistem Pembatasan Sosial Bersakal Besar (PSBB) sama sistem lockdown itu baginya sama saja. Disini yang merasa diuntungkan atau yang tidak terlalu dirugikan adalah masyarakat di tingkat menengah ke atas.

Di tengah wabah Covid-19  yang melanda Indonesia menjadi problem yang sangat besar bagi pemerintahan kita. Perekonomian di negara kita sangat kacau karena Covid-19. Namun apa yang jauh lebih penting dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah, perekonomian ataukah kesehatan?

Memang pemerintahan kita harus menyikapi dengan tegas. Karena jumlah kasus di Indonesia yang terserang Covid-19 semakin hari semakin bertambah, bukan hanya 1 atau 2 orang yang terkonfirmasi Covid-19, tapi ratusan orang setiap harinya. Perlu diketahui bahwa pemerintahan saat ini terjadi banyak sekali tindakan yang telah diterapkan, entah itu dalam penanganan Covid-19 sendiri maupun dalam pertumbuhan ekonomi, ketika Covid-19 menyerang negeri kita.

Kementerian Kesehatan terus merilis data tentang penyebaran Covid-19 yang terjadi di Indonesia, baik  itu data terkonfirmasi corona, angka kematian akibat korona, maupun angka kesembuhan yang terjadi. Kementerian Kesehatan pun harus terus mendorong pemerintah agar dapat menerapkan kebijakan tegas dan memperpanjang kebijakan PSBB yang telah diterapkan pemerintah Indonesia, karena yang ditakutkan oleh Kementerian Kesehatan adalah bahwa kalau PSBB tidak diperpanjang, itu sangat berakibat fatal dalam jumlah kematian ataupun jumlah yang terkonfirmasi terpapar corona. Kalaupun bisa, Kementerian Kesehatan menyarankan pemerintahan Indonesia agar menerapkan sistem lockdown, namun ini berbanding terbalik dengan pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan perekonomian Republik Indonesia dan orang-orang yang pro dengan perekonomian yang berada di negara kita ini, mereka menginginkan supaya kebijakan PSBB agar cepat selesai dan jangan diperpanjang lagi karena sangat berdampak fatal dalam perekonomian negara ini

 Lantas mana yang jauh lebih prioritas dalam pandangan pemerintah? perekonomian ataukah kesehatan?

WHO atau PBB memerintahkan Indonesia agar menerapkan kebijakan lockdown namun tanggapan yang diberikan oleh Presiden Joko widodo lebih memilih sistem PSBB ketimbang sistem lockdown. Karena anggapan pemerintahan yang cocok untuk negara kita itu PSBB bukan lockdown. Sampai-sampai, Pak Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa yang bisa menerapkan sistem lockdown itu hanyalah pemerintah pusat. Pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk menerapkan sistem lockdown jika tidak ada perintah langsung dari pemerintah pusat. Disini, saya bisa simpulkan bahwa pemerintah lebih pro dengan perekonomian yang terjadi, bukan dengan kesehatan.

Seharusnya pemerintah harus lebih detail dan lebih tepat untuk mengambil segala keputusan dalam penanganan ataupun dampak  yang terjadi akibat korona ini. Pemerintah boleh saja lebih mementingkan perekonomian, namun jangan sampai pemerintah menghiraukan kesehatan. Pemerintah pun harus lebih tegas dalam penanganan kasus ini.

Kebijakannya pun harus  realistis. Situasi yang terjadi saat, ini kita pun tidak boleh menghiraukan himbauan yang diberikan pemerintah untuk kebaikan kita dan kebaikan bersama maupun negara kita. Agar corona bisa teratasi dan seluruh roda, baik itu perekonomian, kesehatan dan lain sebagainya, bisa normal kembali seperti semula. (*)

Oleh: Mohammad Syafari

, , , ,