PMII Mapena Tuban Bincang Buku Mahasiswa Revolusimu Belum Selesai

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tubanliterasi.id – Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat MAPENA Tuban  menggelar pelantikan masa khidmat 2020/2021 yang dibalut dengan menggelar bincang buku “Mahasiswa Revolusimu Belum Selesai” di Pondok Pesantren Darut Tholibin Bangilan, Sabtu (26/21).

Pelantikan tidak hanya di hadiri pengurus komisariat PMII MAPENA saja, tetapi  di hadiri beberapa undangan Banom Banom NU Bangilan, dan pengurus Cabang Tuban,  rayon, komisariat Se Kabupaten Tuban dan Komisariat Bojonegoro.

Ketua pelaksana pelantikan dan acara bincang buku, Krisdianto menjelaskan, bedah buku ini agar dapat mengedukasi mahasiswa Indonesia serta para masyarakat untuk tahu keadaan mahasiswa hari ini dan yang akan datang.

“Untuk memberikan pengetahuan serta mengedukasi masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan keilmuan yang ada pada zaman sekarang ini,” ujar Krisdianto.

Lebih lanjut, rangkaian kegiatan pelantikan Komisariat MAPENA langsung di ambil sumpah oleh ketua Cabang PMII Tuban Sahabat Chanif, dalam sambutannya Ketua cabang berpesan kepada seluruh pengurus yang sudah di ambil sumpah agar sungguh-sungguh dalam berproses dalam PMII dan sungguh-sungguh dalam mengemban amanah menghidupi PMII di kampus Politeknik Pertanian dan Peternakan.

Ketua PMII Komisariat MAPENA Tuban, Sahabat Much Rizki Handika berharap kepada pengurus Komisariat yang dilantik agar kompak dalam berjuang membesarkan PMII MAPENA .

ia juga menjelaskan bahwa sejatinya kader PMII itu harus bermanfaat bagi masyarakat. Jabatan bukanlah hal yang diprioritaskan.

“Kader PMII harus peka terhadap lingkungan masyarakat, janganlah kalian ber-PMII karena mengharap jabatan, melainkan dengan ber-PMII kalian bisa belajar menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dalam buku “Mahasiswa Revolusimu Belum Selesai” langsung di hadiri oleh sahabat Mutholibin.

Bung Bin menyampaikan semangat berapi-api bahwa Mahasiswa adalah golongan yang harus menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan, sebab di pundak mahasiswa terdapat titik kebangkitan untuk bangsa dan negara. Jadi kamu para mahasiswa sudah bukan saatnya lagi untuk diam, lakukan perubahan!

Selanjutnya Peran mahsiswa sebagai Social Control  yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengontrol sebuah kehidupan sosial pada masyarakat dengan cara memberikan saran, kritik serta solusi untuk permahsalahan sosial masyarakat maupun permasalahan bangsa. Sebagai kaum dengan kamampuan intelektual serta sikap kritis yang tinggi, mahasiswa dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk melawan terhadap kebusukan yang terjadi dalam birokrasi yang selama ini dianggap lazim, untuk terciptanya pembangunan yang lebih baik bagi negeri ini. Tandasnya .